Skip to main content
OPMADRASAH

5 Macam Model Pembelajaran di RA

5 Macam Model Pembelajaran di RA - Terdapat beberapa model pembelajaran berbasis pengelolaan kelas RA. Model pembelajaran yang dipilih ditentukan penataan lingkungan belajar yang memungkinkan anak untuk bekerja, bergerak dan berkembang secara bebas.

Model pembelajaran RA tersebut antara lain:

1. Model klasikal

Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam waktu dan kegiatan yang sama dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas. Model pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat individu anak.

2. Model Kelompok dengan Kegiatan Pengaman

Model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman adalah pola pembelajaran di mana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Dalam satu kali pertemuan anak harus menyelesaikan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian.

3. Model Sudut

Model pembelajaran ini merupakan model yang memperhatikan minat anak dengan pengelolaan kelas berupa 2-5 sudut di dalam kelas sesuai program yang direncanakan. Sudut-sudut yang dimaksud adalah sudut ketuhanan, sudut keluarga, sudut alam sekitar dan pengetahuan, sudut pembangunan dan sudut kebudayaan.

Model pembelajaran sudut memberikan kesempatan kepada anak didik belajar dekat dengan kehidupan sehari-hari. Model ini bersumber pada teori pendidikan dan perkembangan Montessori.

Berikut karakteristik model sudut:

  • Praktek kehidupan
  • Pendidikan kesadaran sensori
  • Seni berbahasa
  • Matematika dan geometri
  • Budaya.

4. Model Area

Model area adalah model pembelajaran yang lebih memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih atau melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya.

Model pembelajaran berdasarkan area, terdiri dari:

  • Area Balok
  • Area Drama
  • Area Seni
  • Area Pasir dan Air
  • Area Sains
  • Area Keaksaraan
  • Area Matematika
  • Area Gerak dan Musik

5. Model Sentra

Model yang dikembangkan Creative Curiculum mengelola kegiatan pembelajaran yang seimbang antara bimbingan pendidik dengan inisiatif anak. Bermain dipandang sebagai kerja otak sehingga anak diberi kesempatan untuk memulai dari pengembangan ide hingga tuntas menyelesaikan hasil karyanya "start and finish".

Keragaman main atau disebut juga densitas main memfasilitasi untuk dapat memilih mainan sesuai dengan minatnya. Proses pembelajaran sentra dilakukan dengan menggunakan 4 pijakan yaitu pijakan penataan alat (pijakan lingkungan), pijakan sebelum main, pijakan saat main, dan pijakan setelah main.

a. Pijakan Penataan Alat

Penataan lingkungan main diperlukan agar lingkungan main anak lebih terstruktur, terencana akan menciptakan kondisi nyaman pada lingkungan main anak.

Lingkungan merupakan semua hal yang mencakup dan dimiliki sekitar arena permainan. Diantaranya lantai, dindingdinding, bentuk serta ukuran ruangan belajar, taman, perabotan dan bahan-bahan yang akan diperlukan dalam lingkungan main.

Ruangan belajar yang secara estetika memberi kesan aman dan nyaman, dapat membantu suasana pembelajaran menjadi nyaman. Rancangan di dalam maupun di luar kelas harus direncanakan dengan baik. Suasana yang telah di tata dan direncanakan dapat mendukung anak untuk proses sosialisasi dan pemecahan masalah. Sehingga anak-anak akan tertarik untuk terus belajar, menelusuri bahan-bahan dan mencari berbagai informasi baru.

b. Pijakan sebelum Main

Pijakan sebelum main diperlukan untuk menambah semangat anak dalam melakukan pembelajaran. Dalam kegiatan awal main, yang paling menentukan adalah peran seorang pendidik. Adapun beberapa hal penting yang perlu dilakukan dalam tahapan ini adalah: pendidik bertindak sebagai informan pengetahuan untuk setiap anak yang akan melakukan pembelajaran serta pendidik membuat aturan kesepakatan yang harus dipatuhi oleh setiap anak tanpa pengecualian. Aturan di awal permainan sangat bermanfaat dalam peningkatan kedisiplinan anak serta melatih kemandirian anak.

c. Pijakan Saat main

Pijakan saat main berkaitan erat dengan taksonomi pertanyaan, yang terdiri atas fakta, konvergen, divergen dan penilaian. fakta merupakan rangkaian jawaban yang diberikan dan bersifat absolut/sebenarnya. Konvergen adalah jenis pertanyaan yang hanya memiliki satu jawaban. Divergen adalah jenis pertanyaan yang memiliki banyak jawan yang benar.

d. Pijakan Setelah Main

Pijakan setelah main dilakukan untuk membagi pengalaman antara satu anak dengan yang lainnya, memberikan informasiinformasi baru sehingga akan terlihat perkembangan setiap anak dalam menangkap setiap materi pembelajaran.

Macam-macam sentra diantaranya:

  • Sentra Balok
  • Sentra Main Peran Kecil (mikro)
  • Sentra Main Peran Besar (Makro)
  • Sentra Imtaq
  • Sentra Persiapan
  • Sentra Bahan Alam
  • Sentra Memasak
Supaya lengkap tentang model pembelajaran, sebaiknya anda mendownload SK Dirjen Pendis Nomor 2765 tahun 2019 tentang juknis strategi pembelajaran RA

Tidak ada satu strategi atau metode yang terbaik untuk semua situasi dan kondisi. Pendidik diharapkan dapat memilih strategi dan metode yang tepat sesuai dengan situasi, kondisi, serta karakteristik anak dan kebutuhan pembelajaran.