Skip to main content
OPMADRASAH

Model dan Jenis Pengembangan Bahan Ajar RA

Konsep Bahan Ajar Abad 21 - Guna menyongsong pendidikan yang berorientasi pada tantangan dunia global, Lembaga RA hendaknya memperhatikan beberapa issue penting pembelajaran yaitu;

  1. Penguatan pendidikan karakter
  2. kecakapan abad 21,
  3. HOTS; dan
  4. Literasi.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab tantangan, baik tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP maupun tantangan eksternal yaitu globalisasi.

Penguatan pendidikan karakter pada lima utama karakter yaitu;

  1. relijius
  2. nasionalis
  3. intregritas
  4. mandiri dan
  5. gotong royong.

Kecakapan abad 21 menekankan pada kecakapan 4C yaitu

  1. berfikir kritis (Critical Thinking),
  2. Kreatifitas dan inovasi (Creative and Innovative),
  3. Collaboration, dan
  4. Communication.

baca juga:
Karakter Siswa Abad 21
Prinsip Pembelajaran abad 21
Strategi Pembelajaran 21

A. Model-model Pengembangan Bahan Ajar RA

1. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Kompetensi

Berkaitan dengan kompetensi yang harus dicapai anak, maka pendidik harus mampu memetakan tema dan menurunkannya ke dalam materi sesuai dengan kompetensi dasar. Pendidik diharapkan mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan anak, memperluas pengalaman bermain yang bermakna, serta menumbuhkan minat belajar anak.

2. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Lingkungan Alam Sekitar

Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan terdiri dari makhluk hidup, benda mati dan budaya manusia. Lingkungan alam sekitar bermakna amat luas. Cakupannya meliputi kepedulian terhadap alam, pemanfaatan bahan-bahan bekas, menyayangi binatang, memelihara tumbuhan, memelihara lingkungan dari sampah dan limbah atau pembiasaan bersedekah dan bakti sosial.

Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai bahan ajar memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna karena anak dihadapkan dengan keadaan yang sebenarnya. Lingkungan alam, sosial maupun budaya dapat dijadikan sebagai bahan ajar.

3. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Kearifan Lokal

Kearifan lokal merupakan bentuk kekhasan lingkungan sekitar yang bernilai pendidikan. Pendidik dapat memanfaatkan kearifan lokal setempat sebagai acuan pengembangan bahan ajar. Kearifan lokal dapat berupa permainan, adat budaya setempat, bahasa, dan sebagainya.

Pengembangan bahan ajar yang berbasis kearifan local bertujuan untuk memberikan bekal kepada anak, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan agar anak memiliki wawasan tentang lingkungan sekitarnya dan mengetahui kebutuhan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku.

4. Pengembangan Bahan Ajar RA Berbasis Sains dan Teknologi

Sains merupakan suatu subyek bahasan tentang fakta dan teori yang menjelaskan akan fenomena alam. Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Aplikasi sains dalam kehidupan diwujudkan dalam bentuk karya teknologi seperti televisi, computer, radio, HP, lampu, dan lain-lain.

Sains dan teknologi dapat mengakomodir rasa ingin tahu anak dan kemauan mereka untuk bereksplorasi. Hal ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dengan cara memanipulasinya dalam pembelajaran berbasis sains dan teknologi dengan bentuk kegiatan seperti mengamati, menyelidiki atau melakukan percobaan. Semua kegiatan ini dilakukan secara sederhana dalam bermain.

Penyusunan bahan ajar berbasis sains dan teknologi dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:

  • Berlatih menggunakan panca indera untuk melakukan observasi;
  • Mengelompokkan benda berdasar ciri tertentu (klasifikasi);
  • Melakukan pengukuran (jarak, luas, dan volume);
  • Menggunakan bilangan untuk menyatakan sesuatu secara kuantitatif;
  • Mengenal produk teknologi dan cara kerjanya;
  • Mengenal berbagai benda hidup dan gejalanya, dengan cara berinteraksi dan eksplorasi;
  • Mengenal etika (adab) dalam memanfaatkan produk teknologi serta faktor keamanannya.

Pengembangan bahan ajar sains dan teknologi dilakukan untuk menumbuhkan minat clan kebiasaan ilmiah, mendorong anak untuk memperhatikan alam sekitar sebagai bukti kekuasaan Sang Pencipta Allah Swt, serta membiasakan sikap positif dalam pemanfaatan teknologi.

Untuk lebih lengkap tentang model pembelajaran ini, sebaiknya anda mendownload SK Dirjen Pendis Nomor 2765 Tahun 2019 tentang Juknis Pengembangan Bahan Ajar di RA

B. Jenis-Jenis Bahan Ajar RA

Pada dasarnya, jenis-jenis bahan ajar untuk anak RA sebagai berikut:

  1. Bahan ajar pandang seperti buku cerita bergambar, brosur, kartu bergambar, poster;
  2. Bahan ajar dengar seperti kaset, radio, CD Audio;
  3. Bahan ajar pandang dengar seperti film, video;
  4. Bahan ajar tiga dimensi seperti boneka, balok, maket, Alat Permainan Edukatif (APE), dan alat peraga;
  5. Bahan ajar multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web;
  6. Bahan ajar berbasis kearifan lokal seperti permainan tradisional, lagu tradisional anak, bahasa daerah, musik tradisional, pakaian adat, rumah adat dan sebagainya.
  7. Bahan ajar lainnya seperti puzlle, bahan ajar raba, rasa dan hidung.